Dari awal
kau tiupkan dalam darah merah
Yang mengalir
perlahan ke ujung jari
Sebuah kata
tak terlukis dalam jiwa,
Jiwa seorang
manusia yang suci
Mendapatkan takdirnya
akan nurani
Kau tiupkan
rasa itu lewat makhlukmu
Yang mempesona
indah dan menggoda
Rasa yang
tak pernah sirna
Sampai ajal
ini kan tiba
Terkadang membuat
nurani ini tersenyum
Akan hadirnya
rasukan bisikan jiwa
Yang menggelora
dalam dada
Seakan dunia
dan seisinya kau berikan pada hamba
Terkadang membuat
hati ini mati
Akan hadirnya
anugrah terindah
Yang kau
titiskan sejak pena digoreskan
Namun tak
dapat hamba pungkiri
Bahwa Kau
lah cinta sejati
Yang akan
terus mengiringi diri ini
Sampai hari
tak dapat dinanti.
No comments:
Post a Comment