Tuesday, May 15, 2012

Menjadi Mahasiswa yang Humanis



Sebagai generasi penerus bangsa yang akan memegang tonggak pemerintahan di masa mendatang, mahasiswa dituntut untuk selalu berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dituntut untuk mampu memberikan perubahan kepada masyarakat disemua lapisan. Tak heran jika beberapa masalah nasional yang selalu menghiasi Indonesia disetiap tahunnya, seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial, menuntut mahasiswa untuk menyuarakan hak-hak rakyat yang kurang mendapatkan perhatian.
Dalam situasi seperti ini, mahasiswa dituntut untuk berfikir kritis dalam memberikan solusi permasalahan dengan tanpa anarki yang sekarang menjadi image buruk dimasyarakat. Anggapan masyarakat bahwa mahasiswa sekarang hanya bersifat anarkis dan tidak mampu memberikan perubahan. Sehingga rasa humanisasi mahasiswa seakan sudah hilang di mata masyarakat. Hal semacam itu seharusnya menjadi koreksi bagi mahasiswa bahwasanya mahasiswa bukanlah orang-orang yang selalu anarki melainkan orang yang mempunyai rasa humanisme tinggi yang akan selalu menyuarakan hak-hak rakyat yang tertindas.
Pembuktian itu haruslah bukan hanya isapan jempol belaka, melainkan dibuktikan dengan adanya tindakan nyata akan perubahan. Oleh sebab itu muncul sosok mahasiswa humanis, yaitu mahasiswa yang selalu peka terhadap lingkungan disekitarnya, selalu menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat. Kemudian, kepekaan itu tidak cukup jika tidak dilengkapi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi akan nilai-nilai kemanusiaan. Dari situ kita akan melihat sosok mahasiswa humanis, yang tidak hanya cerdas dalam dunia akademik semata, tapi juga mampu mencerdaskan bangsa dan mempunyai tanggungjawab moral akan terciptanya keadilan dan kesejahteraan masyarakan.
Mengingat apa yang telah disampaikan diatas, kita dapat melihat bagaimana sosok mahasiswa humanis yang sebenarnya. Mereka tidak hanya cerdas dalam pemikiran, tetapi juga cerdas dalam mengemban tanggungjawab moral dimasyarakat sebagai agen perubahan terhadap lingkungan disekitarnya. Dari situ dapat diambil benang merah bahwa sosok humanis itu muncul karena adanya penghargaan akan rasa kemanusiaan yang menjadi dasar terciptanya perubahan, bukan hanya perubahan dalam diri mahasiswa itu sendiri, tetapi juga perubahan terhadap masyarakat pada umumnya.

No comments: