Sebagai generasi penerus bangsa yang
akan memegang tonggak pemerintahan di masa mendatang, mahasiswa dituntut untuk
selalu berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dituntut untuk
mampu memberikan perubahan kepada masyarakat disemua lapisan. Tak heran jika
beberapa masalah nasional yang selalu menghiasi Indonesia disetiap tahunnya,
seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial, menuntut mahasiswa untuk menyuarakan
hak-hak rakyat yang kurang mendapatkan perhatian.
Dalam situasi seperti ini, mahasiswa
dituntut untuk berfikir kritis dalam memberikan solusi permasalahan dengan
tanpa anarki yang sekarang menjadi image buruk dimasyarakat. Anggapan masyarakat
bahwa mahasiswa sekarang hanya bersifat anarkis dan tidak mampu memberikan
perubahan. Sehingga rasa humanisasi mahasiswa seakan sudah hilang di mata
masyarakat. Hal semacam itu seharusnya menjadi koreksi bagi mahasiswa
bahwasanya mahasiswa bukanlah orang-orang yang selalu anarki melainkan orang
yang mempunyai rasa humanisme tinggi yang akan selalu menyuarakan hak-hak
rakyat yang tertindas.
Pembuktian itu haruslah bukan hanya
isapan jempol belaka, melainkan dibuktikan dengan adanya tindakan nyata akan
perubahan. Oleh sebab itu muncul sosok mahasiswa humanis, yaitu mahasiswa yang
selalu peka terhadap lingkungan disekitarnya, selalu menjadi wadah aspirasi
bagi masyarakat. Kemudian, kepekaan itu tidak cukup jika tidak dilengkapi
dengan rasa tanggung jawab yang tinggi akan nilai-nilai kemanusiaan. Dari situ
kita akan melihat sosok mahasiswa humanis, yang tidak hanya cerdas dalam dunia
akademik semata, tapi juga mampu mencerdaskan bangsa dan mempunyai tanggungjawab
moral akan terciptanya keadilan dan kesejahteraan masyarakan.
Mengingat apa yang telah disampaikan
diatas, kita dapat melihat bagaimana sosok mahasiswa humanis yang sebenarnya.
Mereka tidak hanya cerdas dalam pemikiran, tetapi juga cerdas dalam mengemban
tanggungjawab moral dimasyarakat sebagai agen perubahan terhadap lingkungan
disekitarnya. Dari situ dapat diambil benang merah bahwa sosok humanis itu
muncul karena adanya penghargaan akan rasa kemanusiaan yang menjadi dasar
terciptanya perubahan, bukan hanya perubahan dalam diri mahasiswa itu sendiri,
tetapi juga perubahan terhadap masyarakat pada umumnya.
No comments:
Post a Comment