Monday, May 7, 2012

“Ada Apa Negeriku”


Negeriku…
Bagaimana kabarmu?
Suburkah engkau?
Makmurkah engkau?
Sedihkah engkau?
Bahagiakah engkau?
Kenapa kau hanya diam?
Menutupi kata-kata yang tak bisa membisu
Seakan-akan kau adalah boneka
Yang diperjual belikan oleh harta
Harta dari orang yang seakan bijaksana
Seakan membaur tapi menghujamkan lara
Kenapa kau hanya diam?
Sudah tertutupkah matamu akan keadaan
Yang selama ini menutupimu dari keberadaan
Kau tampak lelah tak bergairah
Diombang ambing oleh ombak tak bertanggungjawab
Yang menjadikan kau karang
Sebagai tempat pelampiasan
Kenapa kau hanya diam?
Tak sedikitpun kata terlontar
Dari mulutmu yang indah nan tajam
Apakah itu tanda kekalahan
Atau kesengsaraan yang kau rasakan
Bukankah selama ini kau yang meminta
Memohon kebebasan dari ganasnya alam
Mengharap belas kasihan dari yang maha perkasa
Kenapa kau hanya diam?
Tubuhmu gemetar seakan terguncang
Oleh badai abadimu yang berontak
Kau tak mampu menghadirkan kesejahteraan
Atas apa yang telah kau munculkan
Dari dalam perutmu yang matang
Kenapa kau hanya diam?
Sedangkan hawa panas mengelilingimu
Dari bara keambisian dan kemunafikan
Tak hanya menjadikanmu alat
Tapi melebur halus dalam darahmu
Kenapa kau hanya diam?
Melihat kau dihancurkan
Oleh tangan-tangan yang tak tahu dari mana arahnya
Membuntutimu dimanapun kau berada
Menendang-nendang ragamu
Mengulitimu tak ada belas kasihan
Kanapa kau hanya diam?

No comments: