Wednesday, August 8, 2012

MENUMBUHKAN KEMBALI KEPEDULIAN MAHASISWA TERHADAP KESAKTIAN PANCASILA


Telah kita ketahui bersama bahwa hari kesaktian pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Sejarah mencatat bahwa hari kesaktian pancasila muncul setelah adanya pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia kala itu oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), yaitu pada tanggal 30 September 1965 yang kita kenal dengan istilah G.30.S/PKI.
Peristiwa itu mengisahkan bahwa pada tanggal 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (PKI) berusaha untuk merubah ideologi pancasila menjadi ideologi komunis. Karena itu, muncullah perjuangan untuk mempertahankan eksistensi pancasila dari para pemberontak tersebut. Oleh karena itu kenapa pancasila itu dianggap sakti adalah wujud ungkapan bahwa tekad mempertahankan eksistensi pancasila dilaksanakan dengan mengorbankan jiwa dan raga para pejuang sehingga pancasila dikatakan sakti karena mampu membius para pejuang untuk memperjuangkannya.
Melihat fenomena yang terjadi waktu itu, sudah seharusnya mahasiswa Indonesia yang menjadi generasi penerus perjuangan negara melaksanakan isi atau kandungan yang ada dalam pancasila. Tetapi seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), membuat mahasiswa saat ini lupa akan sejarah bangsa Indonesia. Sejarah yang sangat penting untuk dilestarikan dan diamalkan. Kebanyakan mahasiswa saat ini hanya memikirkan kepentingan individu masing-masing. Mereka bersikap acuh terhadap situasi yang terjadi di negeri kita tercinta ini.
Pancasila yang dulu diagung-agungkan kini bisa dikatakan tinggal nama saja. Hal ini bisa dilihat dari perilaku mahasiswa atau masyarakat yang sudah tidak sesuai dengan pancasila. Jika kita mau mencermati secara mendalam makna dari setiap sila dari pancasila, maka kita akan tahu betapa mengenaskannya keadaan bangsa Indonesia saat ini terutama pada generasi muda. Banyak dari mereka suka tawuran, minum-minuman keras, suka bertindak asusila, dll. Hal semacam itu menunjukkan matinya fungsional pancasila sebagai landasan bangsa Indonesia yang selama ini dijunjung tinggi oleh rakyat indonesia.

Makna Kesaktian Pancasila
Sila pertama, Ketuhanan yang maha Esa. Jika kita memahami maksud dari pasal ini, setiap manusia yang tinggal di Indonesia diwajibkan untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing individu. Jika kita kembalikan ke agama, maka ajaran moral, persaudaraan, toleransi, dll diajarkan. Namun pada kenyataannya pasal ini tidak diamalkan. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai peristiwa yang terjadi baru-baru ini. Banyak terjadinya tawuran karena ketidak setujuan terhadap suatu kelompok agama. Sesama umat beragama, mereka bukannya saling menghormati tetepi malah saling menjatuhkan satu sama lain.
Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan Beradab. Kita pahami bersama bahwasanya adil itu adalah netral atau tidak memihak antara golongan satu dengan golongan yang lain. Kenyataan yang terjadi selama ini adalah hilangnya rasa keadilan di Bumi Pertiwi ini. Lebih pahit lagi ketika yang berbuat tidak adil tersebut adalah para pemimpin negara sendiri. Sebagai perwakilan dari rakyat banyak diantara mereka menyalahgunakan wewenang mereka untuk menindas rakyat yang mempercayainya. Mereka melakukan korupsi secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Mereka menghabiskan uang rakyat dengan berbagai cara seperti menggelembungkan anggaran yang seharusnya dipandang tidak penting ketika banyak masyarakat Indonesia yang masih termasuk dalam kategori miskin, contoh : rencana pembangunan gedung DPR baru yang menghabiskan dana triliyunan ditengah keadaan masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis ekonomi.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Dalam sila ini kita diajarkan untuk merapatkan barisan demi kemajuan bangsa kita ini. Pada kenyataannya bukannya persatuan yang kita peroleh, tetapi perpecahan yang kita dapatkan. Itu semua dipicu oleh kepentingan-kepentingan kelompok yang mengorbankan satu sama lain sehingga menimbulkan penodaan terhadap SARA, dan lain sebagainya.
Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pada dasarnya rakyat Indonesia sudah mempunyai perwakilan dalam pemerintahan yaitu berupa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Akan tetapi mereka (DPR) menjalankan amanat rakyat tidak dengan hati nurani. Mereka yang duduk di parlemen malah menyelewengkan wewenang mereka. Mereka banyak melakukan korupsi yang menyengsarakan rakyat. Mereka menghianati amanat rakyat yang telah diberikan kepada mereka. Sebagai perwakilan rakyat seharusnya mereka memperjuangkan rakyat yang sedang menderita dengan kondisi ekonomi yang pelik. Didepan rakyat ketika akan mencalonkan diri menjadi DPR mereka menggembor-gemborkan janji-janji palsu yang mereka tidak lakukan ketika menjabat menjadi dewan perwakilan.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini hampir sama dengan sila kedua yang menyuarakan tentang keadilan. Keadilan apakah yang dibutuhkan rakyat Indonesia? Kenyataan yang terjadi adalah yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Pemerintah bukannya mensejahterakan rakyat tetapi malah membuat rakyat menjadi sengsara dengan berbagai kebijakan yang hanya menguntungkan kaum menengah keatas.
Kasus-kasus diatas tersebut mengindikasikan bahwa pancasila selama ini hanya menjadi simbol, bukan untuk diamalkan. Jika demikian yang terjadi, mau dibawa kemanakah negara ini? Apalah arti kesaktian pancasila yang setiap tahun diperingati pada tanggal 1 Oktober. Suatu kemunafikan yang ditunjukkan oleh bangsa Indonesia termasuk para mahasiswa. Sebagai agent of change dan agen of control, mahasiswa sendiri kurang memahami permasalahan-permasalahan semacam itu. Mahasiswa yang dijadikan sebagai tumpuan untuk membela rakyat sendiri tidak mau tahu. Mereka hanya memikirkan individu masing-masing. Banyak diantara mahasiswa yang ada di Indonesia yang menuai prestasi gemilang. Tapi apalah guna prestasi jika mereka tidak mampu membuat perubahan. Mereka tak ubahnya hanya sebagai pelengkap dalam kehidupan masyarakat yang tidak mampu berbuat banyak.
Jika kita mengingat-ingat kembali sejarah gemilang mahasiswa Indonesia pada Tragedi Jakarta 1998, yaitu Tragedi Trisakti dan Semanggi. Pada peristiwa tersebut mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka membuktikan bahwa mereka pantas disebut sebagai agent of change dan agent of control. Mereka berani melawan pemerintahan Soeharto yang pada waktu itu tidak membela rakyat. Para mahasiswa seluruh Indonesia berkumpul menjadi satu menyuarakan pembelaan terhadap rakyat Indonesia. Dengan gigih mereka melakukan aksi turun jalan untuk menggulingkan pemerintahan Soeharto yang tidak pro terhadap rakyat Indonesia. Mereka berani menanggung resiko besar dengan melawan ke-otoriteran Soeharto dan melawan brigade polisi yang waktu itu melawan mereka walaupun nyawa sebagai taruhannya. Dengan gigih mereka menyampaikan aspirasi masyarakat, menyuarakan tuntutan agar Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Kegigihan mereka terbayar dengan turunnya Soeharto dari jabatan Kepresidenannya. Mereka tidak hanya menuntut mundurnya Soeharto, tapi mereka juga menuntut agar pemerintahan dirubah mulai dari sistem dan para pemegang kekuasaannya.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan mahasiswa saat ini. Bagaimana cara menumbuhkan kembali kepedulian mahasiswa terhadap Kesaktian Pancasila? Cara yang paling efektif adalah melalui dunia pendidikan. Kemudian apakah yang salah dari pendidikan tinggi yang ada di Indonesia sekarang sehingga mahasiswa sekarang menjadi statis? Jawabannya adalah perbaikan sistem dan tujuan dari pendidikan  tersebut. Pendidikan yang seharusnya mencerdaskan bangsa sekarang ini justru dijadikan sarana untuk memperolek keuntungan. Banyak wadah-wadah pendidikan yang dibangung saat ini dengan mengusung visi-misi yang menarik padahal hanya dijadikan alat untuk memperoleh keuntungan. Bagaimana tidak, sektor pendidikan yang sekarang menjadi konsentrasi pemerintah dianggap menguntungkan karena setiap wadah pendidikan yang berdiri mendapatkan anggaran pendidikan dari pemerintah. Bukankah itu peluang untuk memperoleh keuntungan?
Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah pada saat ini dalam aspek pendidikan. Tetapi pemerintah juga tidak akan mempu menjalankan tugas tersebut tanpa dukungan dari rakyat. Maka dengan cara bersatulah semuanya akan terwujud.
Pelaksanaan terhadap fungsi dari pancasila itu sendiri sangat penting untuk memajukan bangsa Indonesia agar optimalisasinya dapat memberikan perubahan terhadap bangsa Indonesia saat ini. Jika hal itu yang dilakukan, maka pancasila bukan hanya menjadi simbol dari negara Indonesia tapi merupakan sebuah ideologi yang akan membawa Indonesia menuju kesejahteraan dan pancasila pun akan menjadi sakti sebagaimana yang diperingati setiap tahunnya.

1 comment: