Diriku hanyalah sebuah ilusi yang berjalan menyusuri arah mata
anginmu,
Tak pernah terajut harapan semu jika kudaki langkahmu,
Kau yang mampu hentakkan segala asa ini untuk mengalir,
Karena ku hanyalah si pembawa mimpi yang tak teruraikan.
Kau ketuk ujung takdirmu untuk mengaliri duniaku,
Melanglang ke angkasa menghiasi taman bidadarimu
Itupun akan terukir jika tanganmu selalu menyentuh kalbuku
Jikalau itu tak terjadi maka hatiku membeku akan sabdamu
Hingga ku tulis sajak ini Kaulah satu-satunya yang menghiasi
harapanku
Untuk selalu menaungi cahya kehidupan yang telah terajut asa
Hingga akhirnya ku berharap kesemuan bukanlah tujuan akhir
kehidupan
Yang menghiasi nirwana dunia yang terpampang jelas dalam rautan
kehidupan
No comments:
Post a Comment