Pernah ku berfikir tentang apa
yang akan terjadi.
Ketika hujan sudah tak lagi turun,
Panas sudah tak lagi bersahabat,
Rumput gugur dari helai ke helai,
Pohon berlomba menampakkan
kerangkanya.
Langit membumbung tinggi.
Memberikan peringatan nestapa.
Sumur-sumur tak lagi menunjukkan
kedermawanan
Karena air tak mau lagi berteman.
Suasana yang sejuk terbalik
seperti bara api
Memanggang halus dan lembutnya
kulit,
Menerawang saraf-saraf yang
melilit tulang-belulang,
Tiba, rasa sedih membumbung
tinggi
Menerkam segala seluk beluk dosa.
Ketika, penyesalan kian beradu
Menapaki baying-bayang yang tak
terbayangkan,
Maka, sedikit kata yang terucap.
Tuhan…
Apakah ini wujud dari balasanmu?
Segala yang menerpa apakah wujud
dari siksaanmu?
Ataukah semua yang Kau timpakan
hanyalah ujianmu?
Tuhan…
Sanggupkah hambamu ini menerima,
Semua balasan atas apa yang telah
hamba lakukan?
Semua siksaan atas apa yang
pernah hamba goreskan?
Mampukah linangan air mata ini
menggantikan,
Sebagai tebusan atas segala kekhilafan?
Akhirnya…
Tuhan menjawab…TIDAK!!!
No comments:
Post a Comment