Hi kawan,
Pernahkah kau berfikir sejenak
Merenungi jalan hidupmu yang lalu
Terkadang lurus bagai kulit yang halus dan lembut
Terkadang kulit itu pun berkeringat penuh peluh
Terkadang kasar karena tak terawat
Hi kawan,
Sudikah kiranya kau bermunajat
Menenggelami samudra keharibaan
Menyelami hasrat-hasrat hati yang tak pernah tersentuh
Menerawang angan-angan yang masih tertanam
Hi kawan,
Pernahkah kau merasa
Hidup ini hanyalah tiba-tiba
Tiba-tiba datang
Tiba-tiba pergi
Kadang menjadi riang
Kadang menjadi benci
Hi kawan,
Pernahkah engkau bayangkan
Menempati tahta raja di nirwana
Dengan anggun penuh pelayan dan permaisuri
Pernahkah engkau menghujat
Dengan hidupmu yang tak pernah kau harapkan
Dengan hatimu yang tak pernah tenang
Hi kawan,
Lihatlah wajahmu
Lihatlah tanganmu
Lihat pula kakimu
Dan juga anggota yang lain
Apakah pantas bercongkak ria dengan itu?
Atau pantaskah rendah diri dengan yang ada?
Hi kawan,
Jika kau suka putih
Jangan pernah melupakan hitam
Jika kau suka baik
Jangan pernah melupakan buruk
Jika kau tak mau disakiti,
Maka, jangan biarkan apa yang kau miliki menjadi sengsara bagi yang lain.
Sigura-gura, 18 Agustus 2014
Semoga bermanfaat. Amin
No comments:
Post a Comment