Istilah mahasiswa itu di peruntukkan bagi orang-orang yang studi pada jenjang Perguruan Tinggi. Karena menempati kasta yang paling tinggi dalam jenjang pendidikan, mahasiswa di mata masyarakat di anggap sebagai golongan yang mampu memberikan perubahan-perubahan dan memiliki kreatifitas yang tinggi atau lebih kita kenal mahasiswa itu sebagai agent of change. Terlebih itu pula, mahasiswa di anggap mempunyai peranan penting di masyarakat untuk mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah agar itu selaras dengan apa yang di harapkan oleh masyarakat atau lebih di kenal sebagai agent of control.
Pada dasarnya semua anggapan itu benar. Karena sebagian besar mahasiswa itu adalah pemuda, dan pemuda itu adalah generasi bangsa yang suatu saat pasti akan mengemban amanat untuk menjalankan sistem-sistem yang ada dalam suatu negara. Kelanggengan sebuah bangsa itu tergantung pada generasi-generasi penerus bangsa. Jika generasi penerus suatu bangsa itu adalah para cendekiawan muda yang mampu, sanggup, dan siap untuk mengemban amanah tersebut serta mempunyai ilmu yang luas dan akhlak yang baik, maka bisa dipastikan negara tersebut akan menjadi sebuah negara yang aman dan tentram. Tetapi sebaliknya, jika para generasi penerus bangsa itu adalah generasi yang tidak mempunyai pengetahuan yang luas, akhlak yang baik, dan tidak mempunyai kesiapan untuk mengemban amanat tersebut, maka negara tersebut bisa dipastikan akan mengalami kemerosotan. Dan jika hal tersebut terjadi secara terus menerus, bukan tidak mungkin negara tersebut akan mengalami kehancuran.
Dahulu, ketika saya masih SMA saya sering membayangkan bahwa menjadi seorang mahasiswa itu hidupnya enak, foya-foya seperti halnya yang saya lihat di sinetron-sinetron. Tetapi ketika saya menjadi seorang mahasiswa, saya baru mengerti bahwa pandangan saya tersebut adalah salah besar. Sebagai agent of change dan agent of control mahasiswa mempunyai tugas yang sangat besar. Sebagai generasi muda yang harus mampu mengemban amanat suatu negara yaitu untuk mensejahterakan rakyatnya. Semua itu bisa diwujukan jika kita sebagai mahasiswa mempunyai wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas. Hal tersebut tidak akan bisa kita dapatkan jika kita sebagai mahasiswa hanya diam dan tidak bisa memanfaatkan waktu yang kita miliki. Banyak hal yang dapat mempengaruhi pola pikir, kepribadian dan pengetahuan seorang mahasiswa, diantaranya adalah melalui membaca.
Hubungan antara Mahasiswa dan Membaca
Jika kita bicara tentang mahasiswa, seseorang boleh dikatakan bukan seorang mahasiswa jika ia tidak mau membaca. Maka membaca merupakan suatu keharusan bagi seorang mahasiswa. Layaknya orang yang hidup didunia, jika ia tidak makan maka ia akan mati. Begitu pula mahasiswa, jika ia tidak membaca berarti bisa dikatakan ia bukan seorang mahasiswa karena ia menjadi mahasiswa yang mati. Mati di sini adalah mati dalam kreativitas otak, karena otaknya tidak pernah diasah dengan pengetahuan.
Membaca mempunyai efek yang sangat besar bagi mahasiswa. Dengan membaca, seorang mahasiswa akan mengetahui apa yang ia baca dan itu merupakan pengetahuan yang sangat berarti baginya, karena dengan membaca sama halnya ia mengurangi kebodohan yang ada pada dirinya karena bertambahnya pengetahuan. Seperti contoh; ketika seseorang belum mengerti teori-teori tentang bagaimana menulis yang baik, kemudian dia membaca buku tentang bagaimana cara menulis yang baik dan mencoba untuk memahami isi buku tersebut, setelah dia membaca buku tersebut secara otomatis dia tahu apa yang harus ia lakukan ketika ia ingin menjadi penulis yang baik karena ia telah mempelajari buku tersebut. Jika ia ingin menjadi penulis yang baik, tetapi ia tidak mau membaca, tidak mau berusaha untuk bagaimana agar ia tahu tentang teori-teorinya maka sama halnya itu adalah angan-angan yang kosong. Itu adalah salah satu kelebihan dari membaca. Membaca juga dapat menumbuhkan kreativitas dan inspirasi, menghilangkan rasa jenuh, menambah kosa kata sehingga mempermudah seseorang ketika akan menuliskan sesuatu atau menyampaikan sesuatu yang ada di fikirannya, membuka jendela dunia karena banyak informasi yang di dapatkan, dan sebagainya.
Membaca juga bisa mempengaruhi pola pikir seorang mahasiswa. Semakin banyak ia membaca, maka semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang ia dapatkan. Ketika seorang mahasiswa senang membaca tentang biografi seorang tokoh, biasanya sedikit banyak ia akan terpengaruh oleh karakter tokoh tersebut. Tapi pola pikir atau kepribadian seorang mahasiswa itu juga bisa terbentuk oleh faktor lainnya diantaranya bisa karena pengaruh organisasi.
Hubungan antara Organisasi dan Mahasiswa
Sebelum kita bahas tentang pengaruh organisasi, kita harus tahu terlebih dahulu pengertian organisasi. Berikut adalah pengertian organisasi menurut para ahli :
Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
Dari pengertian di atas dapat kita ketahui bahwa organisasi itu tidak hanya terdiri dari satu orang, itu menunjukkan bahwa di dalam suatu organisasi itu terdapat interaksi sosial antara individu yang satu dengan individu yang lain. Sebuah organisasi juga memunyai visi dan misi, tata tertib organisasi dan peraturan yang lainnya sehingga orang yang menjadi anggota organisasi tersebut harus mematuhi apa yang telah menjadi ketentuan dan kesepakatan bersama. Dengan adanya peraturan tersebut seseorang yang awalnya mungkin kurang begitu serius menjadi bertambah serius, yang awalnya masuk organisasi hanya untuk main-main atau hanya untuk mengisi waktu luang ia tergugah untuk sungguh-sunggu mengabdikan dirinya di dalam organisasi tersebut, sampai terkadang juga ada orang yang fanatik terhadap organisasi yang ia ikuti. Itulah mengapa dikatakan organisasi bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Seseorang terkadang menemukan jati dirinya itu karena banyak berkumpul atau berinteraksi dengan lingkungan di sekelilingnya, terutama di lingkungan organisasi yang ia ikuti. Jadi, bisa dikatakan organissi itu sangat penting bagi seorang mahasiswa. Terkadang di dalam suatu organisasi itu terdapat pengurus organisasi yang menganjurkan anggotanya untuk selalu membaca. Ini menjadi suatu hal yang wajar karena mereka ingin mahasiswa-mahasiswa yang menjadi anggota dan pengurus organisasi tersebut tidak hanya sekedar masuk dalam organisasi tersebut, selain loyal mereka juga mempunyai sumber daya yang berkualitas. Sehingga visi dan misi organisasi tersebut dapat tercapai. Organisasi juga layaknya sebuah negara, jika pelaku organisasi tersebut baik maka organisasi tersebut juga akan baik dan bahkan mengalami kemajuan, dan juga sebaliknya. Antara mahasiswa, membaca, dan organisasi itu saling berkaitan satu sama lain. Selain mengasah kemampuan dan belajat di perkuliahahn, dua hal tersebut adalah sesuatu hal yang wajib di lakukan oleh seorang mahasiswa untuk memupuk kreativitas dan mengasah kemampuan. Jadi, untuk menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif tidak cukup hanya dengan kuliah.
No comments:
Post a Comment